Minggu, 16 Desember 2012

Bahasa Baku

Bahasa Baku adalah bahasa yang penggunaannya disesuaikan dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Bahasa baku meliputi tentang kata baku, struktur kalimat baku, dan lafal baku (bila digunakan secara lisan). Kata-kata baku dapat dilihat di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Struktur kalimat baku dapat dipelajari dalam sintaksis (tata kalimat). Lafal baku adalah lafal yang tidak menunjukkan ciri kedaerahan atau dialek seseorang.

Contoh kata-kata tidak baku yang sering digunakan dalam berkomunikasi:

1. resiko (tidak baku)                    risiko (baku)
2. legalisir (tidak baku)                  legalisasi (baku)
3. ijin                                            izin
4. jaman                                       zaman
5. ketrampilan                               keterampilan
6. nasehat                                     nasihat
7. praktek                                     praktik
8. apotik                                       apotek
9. azas                                          asas
10. negri                                       negeri

Contoh kalimat baku:
1. Meskipun Doni tidak bersalah, tetapi Doni merasa ketakutan. (kalimat ini tidak baku/tidak efektif)
    Meskipun Doni tidak bersalah, Doni merasa ketakutan. (Kalimat baku)
    Doni tidak bersalah, tetapi merasa ketakutan. (Kalimat baku)

2. Ani sudah berkata jujur, namun teman-temannya tetap tidak mempercayainya. ( Kalimat ini kurang tepat karena pemilihan konjungsi yang salah)

Kata namun digunakan untuk menyatakan pertentangan dalam dua kalimat yang berbeda. Kata tetapi digunakan untuk menyatakan pertentangan dalam satu kalimat. Oleh karena itu, kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi
a. Ani sudah berkata jujur, tetapi teman-temannya tidak percaya.
b. Ani sudah berkata jujur. Namun, teman-temannya tidak percaya.